Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Jakarta, Narasitimur.Com – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi memangkas anggaran subsidi LPG 3 kg untuk tahun 2025, dari sebelumnya Rp 87 triliun menjadi Rp 68,7 triliun. Keputusan ini diambil di tengah proyeksi Kementerian ESDM yang memperkirakan volume subsidi LPG 3 kg justru meningkat hingga 8,36 juta metrik ton (MT) sampai akhir 2025.
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, menegaskan bahwa pembayaran subsidi tetap akan dilakukan sesuai realisasi. Namun ia tidak merinci penyebab penurunan proyeksi anggaran tersebut.
“Kalau subsidi itu kita bayar sesuai realisasi. Jadi kalau volumenya naik, anggarannya bisa disesuaikan,” kata Luky kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Luky menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan realisasi subsidi energi, termasuk LPG 3 kg, guna menyesuaikan kebutuhan anggaran.
Sementara itu, dalam paparan resminya di Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan volume LPG subsidi bakal naik dari target APBN 2025 sebesar 8,17 juta MT menjadi 8,36 juta MT. Bahkan, angka ini lebih tinggi dari proyeksi subsidi tahun 2026 yang hanya 8,31 juta MT.
Bahlil juga menyebut pemerintah tengah membahas penerapan satu harga nasional untuk LPG 3 kg demi menekan potensi kebocoran subsidi.
“Metode distribusi dan harganya sedang kita bahas dalam Perpres. Targetnya satu harga untuk seluruh Indonesia agar subsidi tidak bocor,” jelas Bahlil, Rabu (2/7/2025).







