Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Jakarta, NarasiTimur.Com — Memasuki paruh kedua 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase pemulihan usai mengalami tekanan global dan domestik. Hingga penutupan perdagangan Senin, 30 Juni 2025, IHSG tercatat turun 2,15% ke level 6.927,68, dibandingkan akhir 2024 yang ditutup di 7.079,91.
Tahun ini, pasar saham Indonesia dihadapkan pada berbagai tekanan, mulai dari perang dagang AS-Tiongkok yang digencarkan Presiden Donald Trump, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan moneter dalam negeri. Bahkan, pada satu titik, IHSG sempat terkoreksi hingga 15,71% akibat sentimen negatif global.
Namun di balik tekanan itu, beberapa saham justru tampil mengejutkan dengan kenaikan fantastis. Didominasi oleh emiten berkapitalisasi kecil hingga menengah, saham-saham ini naik berkat sentimen positif, isu aksi korporasi, dan spekulasi pasar. Saham dengan kenaikan tertinggi tahun ini bahkan mencapai lebih dari 3.180%, menjadikannya instrumen investasi super cuan.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan kenaikan tertinggi sepanjang 2025:
Agro Bahari Nusantara (UDNG)
🚀 Naik 3.180,49% ke Rp 1.345/saham
💼 Kapitalisasi pasar: Rp 2,35 triliun
Tourindo Guide Indonesia (PGJO)
🚀 Naik 894,57% ke Rp 915/saham
💼 Kapitalisasi pasar: Rp 728 miliar
Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK)
🚀 Naik 436,49% ke Rp 3.970/saham
💼 Kapitalisasi pasar: Rp 6,34 triliun
Bangun Karya Perkasa Jaya (KRYA)
🚀 Naik 423,64% ke Rp 278/saham
💼 Kapitalisasi pasar: Rp 266 miliar
Repower Asia Indonesia (REAL)
🚀 Naik 420,00% ke Rp 52/saham







