Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.com-Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Abraham Paul Liyanto, melakukan kunjungan istimewa ke Desa Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, pada hari ini. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi dan perkembangan Nono, bocah jenius matematika yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Senator Paul Liyanto hadir bersama istri dan tokoh masyarakat NTT, Bapak Theo Widodo. Keluarga Nono dan pihak sekolah menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut.
Ibu Nuryati Seran, ibunda Nono, tidak dapat membendung rasa harunya saat menerima perhatian dari sang Senator. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam karena pejabat negara setingkat DPD RI itu bersedia meluangkan waktu untuk mengunjungi kediaman mereka di pelosok.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Senator dan Ibu, serta Bapak Theo Widodo. Perhatian ini sangat berarti bagi perkembangan mental dan pendidikan Nono ke depan,” ungkap Ibu Nuryati.
Kunjungan ke SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen
Setelah bertemu dengan Nono, rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen, tempat Nono menimba ilmu. Di sana, mereka disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta jajaran guru dan para siswa.
Kepala Sekolah SDK St. Fransiskus Xaverius menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi institusi pendidikan di wilayah Amarasi Selatan.
“Terima kasih karena sudah mengunjungi sekolah kami yang sederhana ini. Kehadiran Bapak Abraham Paul Liyanto membawa angin segar bagi kami. Kami berharap ke depan Bapak dapat membantu mengawal kemajuan sekolah kami, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan,” harap sang Kepala Sekolah di sela-sela kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Abraham Paul Liyanto menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT. Menurutnya, anak-anak seperti Nono adalah aset berharga yang harus dijaga dan didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi ringan mengenai kebutuhan mendesak sekolah-sekolah di wilayah pedesaan agar mampu mencetak lebih banyak generasi jenius seperti Nono.







