Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,NarasiTimur.com-Kondisi infrastruktur jalan provinsi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, kembali memprihatinkan.
Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya longsor susulan di titik yang sebelumnya sudah rusak sejak tahun lalu. Kabar ini pertama kali mencuat melalui laporan warga dan tokoh masyarakat di grup media sosial lokal Fortuna (Forum Orang Batuna).
Felki Tmuneno, melalui akun Facebook resminya di Grup Fortuna (Forum Orang Batuna), mengonfirmasi bahwa kondisi jalan provinsi di Desa Tunbaun kian memburuk.
Longsor susulan kembali menggerus badan jalan sehingga menciptakan titik rawan yang membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Longsor susulan ini terjadi setelah peringatan dini disampaikan oleh Kepala Sekolah SD GMIT Battuna pada pagi hari. Kekhawatiran tersebut terbukti benar ketika rombongan Bapak Thon dari Desa To’obaun melintasi jalur tersebut dan mendapati badan jalan kian tergerus.
Mengingat kondisi tanah yang masih labil, potensi longsor susulan masih sangat tinggi jika intensitas hujan terus meningkat.
Rute Alternatif
Demi menghindari kecelakaan dan risiko terjebak, para pengguna jalan wajib memperhatikan keselamatan serta keamanan berkendara.
Saat ini pengendara Roda 2, masih bisa melintasi jalur ini, namun pastikan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat hujan turun karena kondisi tanah yang sangat labil.
Sedangkan untuk Pengendara Roda 4 dan Roda 6, disarankan untuk tidak melewati jalur utama Desa Tunbaun sebab risiko badan jalan amblas sangat tinggi bagi kendaraan bertonase besar.
Rute Alternatif Kendaraan Roda 4/6: Masyarakat diarahkan untuk menggunakan jalur memutar melalui: Oesao ➔ Babau ➔ Poros Tengah Desa Oelpuah ➔ Desa Bokong ➔ Desa Tunbaun (dan arah sebaliknya).
Saat ini jalur Ekam-Baun merupakan urat nadi ekonomi dan sosial bagi masyarakat Amarasi Raya. Selama ini, warga telah berupaya melakukan pembenahan kecil secara swadaya, namun skala kerusakan akibat bencana memerlukan penanganan serius dari pemerintah.
Masyarakat Desa Tunbaun sangat berharap Pemerintah Provinsi NTT segera memberikan atensi dan melakukan perbaikan permanen pada ruas jalan strategis ini.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, memang banyak ruas jalan provinsi di NTT yang masuk kategori “tidak mantap” dan membutuhkan perbaikan segera agar aktivitas warga tidak terisolasi.ard







