Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com – Ambruknya salah satu ruang kelas permanen di SDN Nefonono, Desa Fatukona, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Kamis 4 Desember 2025, memaksa pihak sekolah kembali menggunakan fasilitas darurat.
Ruang kelas 5 yang ambruk tersebut merupakan salah satu dari dua ruang kelas permanen yang menjadi aset utama sekolah.
Menurut guru SDN Nefonono, Yakomina Finit, insiden terjadi sekitar pukul 10.40 WITA.
“Saat ambruk itu siswa sedang bermain di luar kelas, tidak ada hujan angin juga tiba-tiba saja kami dengan bunyi dan lihat bagian belakang kelas 5 sudah rubuh,” ungkap Yakomina.
Rusaknya gedung tersebut membuat seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi 42 siswa di sekolah tersebut kini bergantung sepenuhnya pada fasilitas darurat.
Yakomina Finit menjelaskan bahwa sebelum insiden, siswa kelas 1 hingga 4 sudah belajar di gedung darurat yang dibangun secara swadaya oleh orang tua siswa.
Kini, seluruh aktivitas KBM harus dipindahkan ke gedung darurat tersebut atau dilakukan di luar ruangan.
Seperti keterangan kepala sekolah, Janse Mnune, Yakomina juga menjelaskan hal yang senada. Bangunan yang ambruk tersebut diketahui dibangun pada tahun 2012. Guru Yakomina Finit menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan telah terlihat sejak lama.
Selama ini pondasi gedung tersebut sudah Keropos dan bahkan menggantung di atas tanah.
Selain itu juga sejumlah sisi tembok mengalami retak, membuat bangunan nampak rapuh.
Pihak sekolah berharap, dengan kejadian ini, rehabilitasi gedung dapat segera dilakukan agar KBM bagi 42 siswa dapat kembali berjalan normal tanpa harus menggunakan gedung darurat atau belajar di bawah terik matahari.(bos)







