Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com– Insiden kekerasan yang melibatkan oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) Yostan Soleman Kapitan dan seorang petani lokal, Kris Arianto Tnunay berbuntut panjang.
Kejadian yang terjadi saat perayaan syukuran panen di Balai Pertemuan Persawahan Teres, Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, pada Rabu, 26 November 2025 ini pelaku dan korban saling melaporkan.
Polsek Amarasi kini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana Penganiayaan yang dilaporkan warga, dan laporan balik Pengeroyokan yang diajukan oleh oknum Pol PP tersebut.
Kapolsek Amarasi Iptu Basilio Pareira, Kamis 27 November 2025 mengungkapkan dua laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/25/XI/2025/SPKT/Polsek Amarasi untuk insiden penganiayaan dan LP/B/26/XI/SPKT/Polsek Amarasi untuk laporan Pengeroyokan.
Berdasarkan kedua laporan yang diterima Polsek Amarasi, Iptu Basilio mengungkapkan insiden ini bermula saat Yostan, yang bertugas sebagai Pol PP, menghadiri undangan syukuran panen di Teres bersama Camat Amarasi Selatan Agustinus Abineno.
Sekitar pukul 11.00 WITA, Yostan bersama saksi Agustinus Abineno tiba di lokasi dan kemudian duduk bersama masyarakat, termasuk Kris Tnunay, sambil menikmati moke (minuman keras tradisional).
Dalam keterangan Kris Tnunay, yang diperkuat oleh kesaksian Adoni Tnunay dan Felipus Tnunay, keributan dimulai ketika Terlapor Yostan tiba-tiba memukul Adoni Tnunay.
Melihat aksi kekerasan tersebut, korban Kris Tnunay yang sedang duduk lantas bangkit untuk menegur YSK agar tidak membuat keributan di acara syukuran.






