Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com- Tragedi penemuan jenazah Sariyanti Silla (38) di Bukit Fatubraon menyisakan duka mendalam bagi keluarga di Desa Oenoni I, Kecamatan Amarasi, Jumat 21 November 2025.
Yanti diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari puncak bukit Fatubraon dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai mengalami benturan hebat pada kepala dan terhimpit diantara batuan cadas.
Wartawan menelusuri jejak digital pada postingan korban di akun Facebook miliknya. Pada postingan terakhir korban mengambil foto Selfi diatas bukit Fatubraon dengan mengenakan pakaian yang sama saat ditemukan meninggal.
Wajahnya tampak sendu dan matanya sayu sedikit sembab kelihatan baru selesai menangis. Tidak ada kilatan kebahagiaan atau keceriaan yang terlihat.
Wanita asal Desa Oenoni I ini menuliskan curhatan kecil bersama postingan foto itu.
“Bukan salah siapa-siapa.
Semua karena b (beta-saya-red) bodoh.
Maaf dan terimakasih,” tulisnya.
Bukan cuma itu saja, satu postingan lain yang diunggah tiga hari lalu juga menuliskan kalimat yang mengandung nada getir yang berisi kata kematian.
“Jika sudah berjuang habis-habisan dan semua tujuan tercapai. Katakanlah kaya sukses dan lain lain tapi pada akhirnya tetap sja kita mati, kenapa tidak memilih mati saat ini saja? Silahkan bantah,” ungkapnya sesuai kutipan pada akun Facebook miliknya sambil menambahkan emoji tanda peace.
Hari yang sama juga ia menulis sebuah postingan foto yang diduga ayahnya yang sudah paruhbaya sedang makan dengan
“yang melakukan untuk salah 1 dari hambaKu yang paling tidak diperhitungkan ini, ia sudah melakukannya untuk Aku.”








