Lulusan S2 Ini Buka Usaha Ayam Boiler Demi Pulihkan Citra Pemuda Habo Retraen

Reporter: Ardo 
| Editor: Redaksi
Usaha Ayam Boiler Maljems Namah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Kupang,Narasitimur.Com-Di tengah fenomena lulusan magister (S2) yang berlomba-lomba mencari karier di kota besar atau menjadi birokrat, langkah berbeda diambil oleh Maljems Namah. Alih-alih mengejar kenyamanan di kota, ia memilih kembali ke akar, membangun usaha di Desa Oelomi, dan merangkul para pemuda dari kampungnya, Habo Retraen.

Bukan sekadar mencari profit, misi utama Maljems adalah misi sosial: memutus rantai stigma negatif yang selama ini melekat pada pemuda di kampungnya.

Bacaan Lainnya

Melawan Stigma dengan Lapangan Kerja

Selama ini, nama wilayah Habo Retraen kerap kali viral karena hal-hal yang kurang menyenangkan. Citra negatif ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi Maljems. Ia percaya bahwa perilaku menyimpang sering kali muncul karena ketiadaan kesibukan dan sempitnya peluang ekonomi.

“Saya ingin meminimalisir hal-hal negatif yang selama ini viral. Caranya bukan dengan menceramahi mereka, tapi dengan memberi mereka tanggung jawab dan pekerjaan,” ungkap Maljems.

Di Desa Oelomi, Maljems membangun sebuah ekosistem bisnis peternakan ayam broiler yang cukup ambisius. Angka yang fantastis, ia kini menangani populasi 40.000 ekor ayam.

Skala usaha sebesar ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Peluang inilah yang ia berikan secara khusus kepada anak-anak muda dari Habo Retraen. Dengan bekerja di peternakan, para pemuda ini belajar tentang etos kerja, manajemen peternakan, hingga tanggung jawab finansial.

Kehadiran usaha ayam broiler ini tidak hanya berdampak pada para pekerja, tetapi juga menggerakkan ekonomi di sekitar Desa Oelomi. Maljems membuktikan bahwa gelar S2 yang ia sandang bukan sekadar hiasan di belakang nama, melainkan alat untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

Langkah Maljems Namah menjadi tamparan positif sekaligus inspirasi bagi generasi muda NTT lainnya. Bahwa jalan keluar dari kemiskinan dan citra buruk daerah bukanlah dengan melarikan diri, melainkan dengan pulang dan menciptakan perubahan dari dalam.ardo

Pos terkait