Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com- Umat Paroki Santo Yohanes Pemandi Buraen menjadi saksi momen emosional yang pada perayaan Misa Perdana Imam baru RD. Martinus Rudolfus Laga Wawin, Jumat 6 Februari 2026.
Di tengah keheningan prosesi misa syukur, air mata tak terbendung saat imam baru, Romo Oskar, begitu ia kerap disapa memberikan berkat perdananya secara khusus kepada kedua orang tua dan saudara-saudarinya.
Saat Romo Oskar mengangkat tangannya untuk memberikan berkat perdana, suasana berubah menjadi sangat emosional dimana tangan yang kini telah diurapi minyak suci itu ia diletakkan di atas kepala ayah dan ibundanya.
Suara sang imam muda yang biasanya lantang, tiba-tiba terdengar terbata-bata. Ia harus berhenti sejenak, mengatur napas untuk menahan tangis haru yang nyaris pecah di depan altar.
Di bawah tumpangan tangan itu, doa-doa didaraskan dengan tulus, memohonkan rahmat bagi mereka yang telah menjadi “tangga” hingga ia bisa mencapai puncak imamat.
Umat yang hadir pun tak kuasa membendung air mata. Air mata berderai dalam keheningan di sela-sela bangku gereja, umat menyaksikan bagaimana seorang putra yang rendah hati menumpangkan tangan diatas kepala cinta pertama hidupnya orang tuanya sendiri.
Selain penumpang tangan bagi orang tua, Romo Oskar juga memberikan berkat perdana bagi imam yang berkarya di Paroki Buraen, keluarga besar, para pendidik dan penjasa, serta teman dan sahabat.
Momen ini menjadi begitu dalam karena semua orang tahu bahwa jalan menuju 6 Januari 2026 lalu saat ia ditahbiskan di Katedral Kupang bukanlah jalan yang mudah.







