Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com- Membangun ekonomi kerakyatan tidak selamanya harus dimulai dengan modal raksasa. Hal inilah yang dibuktikan oleh Kelompok Usaha Bersama (UB) Atadei.
Berawal dari sekadar wadah silaturahmi, kelompok ini bertransformasi menjadi pilar ekonomi bagi anggotanya yang berdomisili di Kabupaten Kupang.
UB Atadei memiliki sejarah yang menyentuh. Kelompok ini tumbuh dari akar Arisan Keluarga Atadei, sebuah perkumpulan warga asal Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, yang merantau di Kupang.
Didirikan pada tahun 2000, kelompok ini awalnya hanya berfokus pada penguatan ikatan persaudaraan (solidaritas).
Namun, seiring berjalannya waktu, para anggota menyadari pentingnya sebuah wadah yang mampu memberikan solusi finansial bagi kebutuhan mendesak keluarga.
Perkembangan Modal dan Keanggotaan
Meski dimulai dengan jumlah yang terbatas, yakni 12 orang anggota konsistensi menjadi kunci utama.
Saat ini, UB Atadei telah mengelola perputaran saham senilai Rp25 juta. Meskipun nilainya kecil namun ini merupakan bukti kepercayaan anggota terhadap pengelolaan keuangan kelompok yang transparan dan mandiri.
Fokus utama UB Atadei adalah unit Simpan Pinjam Usaha ini dirancang khusus untuk membantu anggota dalam urusan modal usaha kecil, biaya pendidikan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya dengan sistem yang kekeluargaan namun tetap profesional.
Ketua UB Atadei, Andreas Wutun, menegaskan bahwa tujuan utama kelompok ini bukan sekadar mencari keuntungan (profit), melainkan aspek sosial dan kesejahteraan.
“Kami berharap agar Usaha Bersama ini kedepan semakin berkembang. Bukan hanya soal angka, tapi bagaimana kehadiran UB Atadei bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota dalam meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Andreas.
Keberadaan UB Atadei menjadi potret nyata bagaimana masyarakat diaspora Lembata di Kupang tetap menjaga nilai-nilai luhur Gemohing (gotong royong) dalam balutan manajemen usaha modern.
Dengan semangat kebersamaan, kelompok ini optimis akan terus tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang lebih besar di masa mendatang.(ard)







