Menanam Benih “Pendidikan Inti”: Perjalanan Panjang Yayasan Swasti Sari Menjangkau Pelosok NTT

Reporter: Ardo 
| Editor: Redaksi
Yayasan Swastisari Kupang KAK

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

Kupang,Narasitimur.Com-Pendidikan bukan sekadar aktivitas di dalam kelas; ia adalah detak jantung kemajuan sebuah bangsa. Di tanah Nusa Tenggara Timur, semangat ini dihidupkan oleh Yayasan Swasti Sari (YASWARI). Di bawah naungan Keuskupan Agung Kupang, yayasan ini bukan sekadar pengelola sekolah, melainkan jembatan harapan bagi ribuan anak di wilayah perkotaan hingga pedalaman yang sulit terjangkau.

Nama “Swasti Sari” bukanlah deretan huruf tanpa arti. Diambil dari bahasa Sansekerta, Swasti berarti Pendidikan dan Sari berarti Inti. Secara filosofis, YASWARI membawa misi besar untuk menyelenggarakan “Pendidikan Inti” atau pendidikan yang benar—sebuah layanan yang tidak hanya mengasah kecerdasan otak, tetapi juga karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur dan kasih.

Bacaan Lainnya

Menelusuri Jejak Sejarah: Dari Akta 31 hingga Modernisasi

Kisah ini dimulai pada 22 Agustus 1969. Dengan pijakan legal melalui Akta Nomor 31, YASWARI lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang berkualitas. Pada awalnya, langkah yayasan ini terfokus pada dua titik utama: Kupang dan Soe.

Seiring waktu, dinamika organisasi keuskupan membawa perubahan besar. Bergabungnya wilayah Kabupaten Alor dari Keuskupan Larantuka ke Keuskupan Agung Kupang menjadi babak baru. Sekolah-sekolah Katolik di Alor yang sebelumnya bernaung di bawah YAPERSUKAP, resmi berintegrasi menjadi bagian dari keluarga besar Swasti Sari.

Modernisasi pun tak terelakkan. Pada 27 Januari 2011, yayasan melakukan pembaharuan hukum melalui Akta Nomor 93; Kemenkumham RI pun mengesahkan akta tersebut guna memperkuat status yayasan di mata negara

YASWARI kini telah berevolusi. Kami meninggalkan istilah “cabang” dan menerapkan sistem Pelaksana Kegiatan yang menjamin koordinasi lebih efektif.Untuk memaksimalkan pelayanan, kantor pusat di Kota Kupang mengendalikan langsung tiga wilayah utama

Pos terkait