Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
KUPANG, NarasiTimur.com – Jembatan Termanu, Nunpisa dan Bipolo, akan menjadi fokus penanganan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT pada tahun anggaran 2026.
Sejumlah jembatan yang rusak ini juga telah dilakukan survei mendalam oleh Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, bersama tim, dan didampingi langsung oleh Kepala BPJN dan tim pada Rabu, 3 Desember 2025 lalu.
“Kami berkomitmen untuk memastikan konektivitas yang aman, lancar, dan berstandar bagi masyarakat. Proses ini memerlukan dukungan agar perencanaan hingga pelaksanaan dapat berjalan sukses,” ungkap Benyamin Nahak.
Gambaran Kondisi Jembatan Termanu Cs
Jembatan Termanu dilaporkan putus total dan ambruk akibat pilar jembatan terbawa banjir pada 1 Februari 2025.
Kerusakan disebabkan oleh banjir bandang akibat hujan lebat, yang membuat badan bagian tengah jembatan miring hingga putus.
Putusnya jembatan sepanjang 170 meter ini melumpuhkan akses menuju setidaknya tiga kecamatan di wilayah Amfoang.
Salah satu jembatan lain yang saat ini rusak dan tak bisa digunakan yakni Jembatan Kapsali.
Jembatan ini mengalami kerusakan serius sebelumnya, akibat putusnya oprit akibat kikisan banjir.
Pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan anggaran sebesar Rp20,41 miliar untuk penanganan Jembatan Kapsali.
Sementara itu Jembatan Nunpisa yang terletak di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur telah putus total sejak diterjang banjir bandang pada 1 Januari 2023.
Bagian tengah gelagar jembatan bergeser dan patah menjadi dua bagian. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat Kecamatan Sulamu dan wilayah Amfoang karena jembatan ini merupakan penghubung utama menuju Oelamasi Ibukota Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.






