Ancaman Bibit Siklon 97S: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter Di Perairan NTT

Reporter: Ryan 
| Editor: Redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com

+Gabung

KUPANG, NarasiTimur.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S yang terbentuk di wilayah Samudra pada 14 November 2025.

Bibit siklon ini diperkirakan akan memicu kondisi cuaca ekstrem di NTT, dengan potensi gelombang tinggi yang sangat membahayakan aktivitas pelayaran.

Bacaan Lainnya

BMKG memprediksi dampak cuaca ekstrem ini berlangsung hingga 19 November 2025, mendesak masyarakat pesisir dan pelaut di NTT untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dampak Di NTT

Berdasarkan analisis terbaru, dampak tidak langsung dari Bibit Siklon 97S terasa signifikan di daratan NTT.

BMKG mengingatkan adanya potensi Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah NTT.

Peringatan ini menjadi perhatian serius bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten/kota, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang selalu mengancam saat curah hujan tinggi terjadi secara berkelanjutan.

Dampak paling krusial dari keberadaan Bibit Siklon 97S adalah ancaman di sektor maritim. BMKG memprediksi adanya Gelombang tinggi 1.25 – 2.5 Meter) di perairan selatan NTT, termasuk perairan selatan NTB, serta sebagian Laut Arafuru.

Sementara itu juga ada gelombang tinggi 2.5 – 4.0 Meter diperkirakan terjadi di Perairan Kupang, Laut Banda, dan perairan sekitar Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar.

Peningkatan ketinggian gelombang di Perairan Kupang dan perairan sekitar Pulau Timor ini mengharuskan seluruh aktivitas pelayaran kapal kecil dan feri untuk ditunda atau dimodifikasi rutenya demi menghindari kecelakaan laut.

Pos terkait