Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimur.Com
+Gabung
Kupang,Narasitimur.Com-Pelaksanaan Gladi Bersih Tes Kompetensi Akademik (TKA) di wilayah Amarasi Selatan mulai bergulir. Salah satu titik fokus pemantauan berada di SDK St. Fransiskus Xaverius Buraen, yang menjadi bagian dari agenda monitoring rutin oleh pengawas pendamping sekolah.
Ibu Yane Suni, selaku pengawas pendamping untuk delapan sekolah dasar non-Astra di wilayah Amarasi Selatan, hadir langsung untuk memastikan seluruh rangkaian simulasi berjalan sesuai standar operasional.
Membangun Kepercayaan Diri Siswa di Era Digital
Menurut Ibu Yane, esensi dari gladi bersih ini bukan sekadar teknis, melainkan penguatan psikologis bagi para siswa. Peralihan dari ujian manual berbasis kertas ke perangkat digital seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak.
“Gladi ini penting agar siswa tidak gugup atau takut saat hari pelaksanaan TKA sesungguhnya. Kadang anak sudah belajar, tapi karena menghadapi situasi baru dengan perangkat IT, apa yang dipelajari bisa hilang karena grogi,” ujar Ibu Yane saat ditemui di lokasi.
Ia menegaskan bahwa siswa perlu mempelajari cara menggunakan aplikasi, login, dan memasukkan token sebagai keterampilan baru untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi mereka
Dalam monitoring tersebut, terdapat beberapa catatan penting yang menjadi perhatian. Ibu Yane menyarankan pihak sekolah untuk menata ulang ruang ujian agar lebih representatif.
“Saran saya, pengaturan ruangan perlu diperhatikan agar tidak terasa sempit. Ruang yang lega membuat siswa lebih rileks, tidak stres, dan bebas bergerak, sehingga mereka bisa fokus mengerjakan soal dengan tenang,” tambahnya.







